Kegiatan

Open Trip - Kegiatan Terencana - Kegiatan Terlaksana

Laporan Keuangan - Laporan Donasi - 1.253.000

Kajian Islam - Ilmu Akherat

Mitra Sahabat

SSBS Community

Berbagi Tips End Triks

Mitra Sahabat - XploreNesia - Masker Kain - Kripik Herbal

» » » Hasan Lighoirihi


HASAN LIGHOIRIHI
Pengertian
Hadits Hasan lighoiri adalah hadist dhoif yang mempunyai banyak jalan periwayatan, dan sebab kedhaifan hadits tersebut bukan karena kefasiqan perawinya atau kedustaannya. Dengan demikian, dari pengertian di atas, kita bisa ambil kesimpulan bahwa hadits dhoif bisa naik tingkatannya menjadi Hasan lighoirihi dengan dua syarat :
  1. Diriwayatakan dari satu atau lebih jalan periwayatan lain, yang minimal jalan tersebut setara dengannya atau lebih kuat kualitasnya.
  2. Sebab kedhaifan hadits tersebut adalah karena buruknya hafalan perawinya, atau terputus sanadnya, atau adanya status jahalah (tidak terkenal )pada perawinya. Sehingga bukan karena kefasiqan perawi atau dikenal karena kedustaannya.

Tingkatan dan Hukum Hadits Hasan Lighoirihi
Tingkatan hadits ini adalah dibawah hasan li dzatihi, sehingga jika ada pertentangan harus didahulukan hadits hasan. Hadits hasan lighoiri termasuk kategori hadits maqbul yang layak untuk dijadikkan hujjah dalam beramal.

Contoh hadits hasan lighoirihi
Yaitu yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dihasankan oleh beliau, dari jalan Syu’bah dari Ashim bin Ubaidillah, dari Abdullah bin Amir bin Robi’ dari ayahnya, bahwa ada seorang perempuan dari bani Fazaroh yang menikah dengan mahar sepasang sandal. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam pun bertanya kepadanya : “ Apakah engkau ridho terhadap dirimu dan hartamu dengan sepasang sandal ini ? “ Perempuan tadi menjawab : “ Ya “. Maka kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam membolehkannya.

Di dalam sanad di atas ada nama Ashim bin Ubaidillah yang dikenal sebagai perawi dhaif karena hafalannya yang buruk, namun Tirmidzi menghasankan karena periwayatannya yang tidak hanya pada satu jalan saja.

(Kitab Taysîr Musthalah al-Hadîts karya Dr. Mahmûd ath-Thahhân,)
- See more at: http://ilmu-hadis.blogspot.co.id/2012/07/hasan-lighoirihi.html#sthash.lVTJnk4y.dpuf

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama